Teman dengan Indra Keenam

Punya teman dengan indra keenam itu enak-enak enggak. Enaknya kalau kita minta saran, biasanya saran mereka bisa sangat tepat. Apalagi kalau mereka lagi peka, ramalan mereka pasti gak meleset. Nah, apa enggak enaknya? Enggak enaknya nih, waktu dia bilang begini pas tengah malam, ”Win, kayaknya ada yang dateng, deh. Perempuan pakai baju putih, di depan pintu rumah kita.” Glek…telen ludah.

Saya ini mantan anak kostan. Setelah setahun ngekost sendiri, saya mengontrak di rumah petak dengan teman saya. Dia satu kantor dengan saya, hanya beda redaksi.  Saya lupa gimana awalnya  kita bisa klop. Mungkin karena waktu itu kita sama-sama sebel pada kantor yang tak kunjung mengangkat kita jadi karyawan. Dan kita sama-sama suka ”mengkritisi” orang lain. Hmmm, mengkritisi? Ngegosip  kaliiii…wkwkwkw.

Awal tinggal bareng,  saya enggak tahu kalau teman saya  punya indra keenam. Yang saya inget, kita suka banget nonton acara hantu-hantuan di tivi. Dan setiap hantunya nongol, kita selalu meragukan keaslian tayangan tersebut. ”Itu beneran gak sih?” begitu pertanyaan kita setiap kali melihat acara hantu-hantuan. Tapi kok ya, tetep ditonton, Eneng-eneng cantik? Toyor kepala sendiri…

Ketika teman saya punya pacar yang “peka” dengan “dunia lain”, mulailah sedikit demi sedikit  indera keenamnya itu aktif. Jadilah sejak saat itu, ia sering bercerita tentang mimpi didatangi makhluk halus. Oh ya, kalau pas deadline di kantor sampai malam dia juga selalu digangguin.  Setiap dengar dia bercerita tentang makhluk-makhluk halus saya cuma bisa ngomong, “Masa sih, Ceu? Oh ya? Ih, serem!” Dan sejak saat itu pula kita enggak pernah lagi nonton acara hantu-hantuan. Hahahaha.

Ada banyak cerita tentang hantu-hantuan. Seinget saya, ini salah satunya. Suatu hari,  sehabis deadline di kantor, teman saya  tidak enak badan. Sebelah kepalanya berat, seperti migren, dan merasa badannya dingin.  Dia lalu menelepon pacarnya. Lalu  kata sang pacar, ada banyak sekali makluk kecil hitam di ruang belakang. Mereka berasal dari kantor rupanya. Jadi, sepertinya makhluk-makhluk itu mengikuti teman saya sampai ke rumah.  Bagaimana cara mengusirnya? Sang pacar menyuruh saya untuk mengibas-ngibaskan sapu tebah di sekitar teman saya, juga di ruang belakang.  Katanya,” Niatin aja ngusir Win, biarpun kamu enggak bisa melihat.”  Okelah kalau begitu. Singkat cerita, saya akhirnya  mengandaikan diri  bisa melihat makhluk-makluk itu. Saya ikuti apa kata sang pacar. Hihihi…  konyol banget rasanya. Tapi enggak tahu kenapa, saya percaya aja. Dan bener lho, setelah itu, teman saya berangsur-angsur membaik. Tapi sampai sekarang kalau ingat kejadian itu, masih terbersit pikiran, hmmm, jangan-jangan waktu itu saya lagi dikerjain sama mereka. Wkwkwkw….

Saya bersyukur banget bisa ketemu mereka. Orang-orang baik yang selalu menebarkan energi positif ke saya, memberi semangat ketika saya ada masalah,  mengingatkan saya untuk selalu bersyukur apapun keadaan saya. Kami berdua sekarang sudah resign dari kantor.  Mereka tinggal di Bandung, dan saya tinggal di Depok. Kami hanya terpisah sejauh jarak handphone dari saya.  Kalau butuh bantuan, mereka selalu ada untuk saya.

Oh ya, kalau  tiap tahun baru ada pertanyaan yang selalu saya tanyain ke mereka, ”Jadi gue kapan kayanya, nih?” Mereka cuma bilang, ”Wah, masih jauh, Win.” Hiks hiks hiks… Ya udahlah ya, kalau masih jauh. Tapi saya merasa kaya lho kalau punya teman seperti kalian….eeeeaaaaaaaaaaaa!

Selamat hari persahabatan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s